Jumat, 07 Desember 2012
0 KOTA JANCUK PERJALANAN EMOSI
H+ 3 setelah lebaran telah tiba hari yang ditunggu dari tahun-tahun sebelumnya perjalanan bersama rombongan orang-orang dari sebuah desapun dimulai, kali ini destinasinya adalah kawah dieng di Purbalingga, Wonosobo, terdengar berita bahwa beberapa minggu yang lalu terjadi hujan salju didaerah ini, diantara rombongan tersebut tak ada yang tau kabar itu, keculai jafar dan panitia perjalanan yang mendengar kabar dari Jafar, sebelum perjalanan berangkat Jafar mengajak teman SMAnya yaitu Arna, pukul 8.00 Jafar menjemput Arna "shiit ni bocah dihubungin ga nyambung-nyambung" dengan nada sedikit kesal Jafar kebingungan karena Arna sulit dihubungi sedangkan panitia sudah sejak tadi menelpon Jafar untuk segera masuk Bis karena Rombongan akan segera berangkat, setelah sedikit berputus asa, tiba-tiba terdenagr suara motor Arna "Wooi udah lama yah sorry ya tadi ga dibolehin pulang ama anak2" ternyata tadi ada acara reuni "oh yasudahlah cepat cepat telat niih" Jafar nada sedikit ngambek.
Akhirnya sudah sampai dirumah Jafar karena bis rombongan sudah menunggu didepan rumah Jafar.. teeennnnnggggggg
perjalanan di Bus dimulai tiada yang spesial sepanjang perjalanan hanya ada yang berebutan kursi depan doang yang penuh drama ngambek ga jelas...
tapi yang lumayan bikin kurang mengenakan katanya bis dengan air suspensi spesial, tapi kenapa badan pegel-pegel yah... jangan percaya deh ama bis yang katanya ekslusif kecuali bis yang kanan kiri isinya cuma dua set kalo yang kanan 3 kiri 2 itu sama aja kaya bis ekonomi cuma dikasih AC sama interiornya dibagusin, selama dalam perjalanan dan beberapa kali turun pom bensin untuk kencing. Tibalah di Wonosobo dieng setelah sampai terasa cuaca sangat dingin, akhirnya perjalananpun disambung dengan bis 3/4 karena bis besar agak sulit untuk sampe keatas kawah ijen, sepanjang perjalanan dengan bis 3/4 pemandangan yang indah tersaji dengan apiknya "Negara gw emang tetesan surga yang bocor" disamping pintu bis Jafar berucap sembari rambutnya tertiup angin gunung yang sangat dingin, sesampainya ditujuan terjadi lagi kesalah pahaman memang "panitianya agak kurang profesional nih" Jafar hanya menggerutu dalam hati ingat sebagai manusia yang baik kalo kesel cukup dihati walaupun jadinya kita bakalan penyakitan....
Perjalanan dengan kakipun dimulai ini adalah hal yang paling disukai oleh Jafar yaaa jafar memang seorang walkingholic "ahahahha istilah darimana tuh walkingholic" sliwer2 sliwer ga jelas dibekali kompor gas Jafar mengajak rombongannya untuk merebus air dan membuat kopi panas.. suruuft ngopi diarea telaga warna kawah gunung dieng memang tiada duanya, sayang aja branded kopi ternama ga ngontrak Jafar, arna dan kawan2 yang ngopi bareng disitu..
perjalananpun berlanjut ke area selanjutnya setelah sebelumnya terjadi lagi kendala karena ada peserta yang telat keluar dari telaga warna
sebenarnya perjalanan di dieng hanyalah sebuah perjalanan awal yang tiada artinya namun pemandangan dieng sempat pula membius mata cukup indah dengan suhu udaranya yang dingin,,,
perjalanan pulangpun tiba... siang itu di sebuah pom bensin daerah Wonosobo panitia sedang sibuk nego harga dengan supir 3/4, hingga hari menjelang sore perjalanan Bis rombongan sudah sampai di Magelang Jafar dan Arna yang memang dari awalnya sudah berencana untuk berpetualang lebih jauh dari ini, turun di Magelang sambil berpamitan kepanitia dan menitipkan ijin pada emak dirumah Jafar dan Arnapun berjalan kaki menyusuri kota Magelang yang kala itu sudah menjelang petang, pada awalnya mereka mencoba untuk minta tumpangan kepada seorang supir pick up, berhubung negosiasi terhalang karena supirnya takut dengan bapak Polisi yang diperempatan akhirnya yasudhlah ga enak juga kalo maksa-maksa yang ada nanti hasilnya negatif, berjalan menyusuri magelang cukup melelahkan belum lagi Jafar dengan ransel besarnya beberapa ratus meter berjalan kaki sudah cukup lelah, tapi ketika melihat turis asing memakai ransel yang juga sesekali bersliweran membuat mereka berdua terlihat semangat kembali "kita udah kaya bule nih pak" Jafar senyum-senyum bangga "Gantengan kita kaleee" Arna menimpali kata-kata Jafar sambil tertawa.
Jafar masih berusaha melambai-lambaikan jempolnya berharap ada yang memberi tumpangan, beberapa saat kemudian ada bis yang menuju terminal giwangan Jogja "ya memang itu tujuan mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju Surabaya".
didalam bis bapak kondektur berbincang-bincang sejenak dengan mereka, karena memang mereka sangat buata dengan perjalanan yang akan mereka tempuh, sambil enak-enaknya ngobrol tiba-tiba bis mengerem mendadak sontak semua penumpang yang ada didalam kaget, "Jancuk bla bla bla bla bla" tiba-tiba pak supir mengumpat dengan logat Jogjanya dilengkapi dengan Jancuk dari Surabaya "Hahahahhahaha Jancuk emang not just fu*king at hole sabar pak supir" Jafar mengutip kata-kata dari dalang edan sambil tertawa-tawa melihat ekspresi wajah marah dari pak supir yang berkumis tebal,
sebelum sampai keterminal, bis berhenti disebuah pom bensin sambil menunggu bensin penuh pak supir bercerita tentang penumpang bis nya yang kerampokan dengan dihipnotis dan kehilang uang yang cukup banyak jumlahnya "hayoo luh kita gimana nih mana cuma berdua lagi" Jafar agak ketakutan dengan cerita pak supir karena memang ini pengalaman pertama berpetualang,
Sampai di terminal waktu sudah menunjukan pukul 08.00 "Huuuuuuuuaaaaaa capek" kompak dua sahabat itu menggelinjangkan tubuhnya, sambil berrtanya pada petugas yang ada di terminal jurusan bis antar kota yang menuju surabaya akhirnya mereka naik ke sebuah bis yang mengantarkan mereka ke surabaya "Ahhh sial ditembak nih tarifnya"
Tips penting untuk para petualanag traller Indonesia memang negara yang kurang bersahabat bagi orang-orang ransel jadi ya kalo bisa jangan naik kendaraan pada saat malam atau gelap sebisa mungkin, karena pada waktu-waktu ini biasanya tarif akan ditembak, lalu selanjutnya jangan naik bis yang buluk karena memang tarifnya kemungkinan besar ga jelas dan ketek kondekturnya bau juga jumlah penumpang yang semau-maunya tanpa dibatasi jadi pasti akan sangat menyebalkan. Kalo bisa pilih juga waktu yang tidak mendekati hari raya karena memang tarif dobel, maklum event mudik, jadi kesempatan.
perjalanan melewati Jogja-Solo-dan berlanjut kebeberapa daerah Jawa timur seperti kediri, jombang dan sebagainya. "siiiuuuh jauhnya ga kerua-keruan kirain deket ternyata jauhnya 2x bolak balik Jakarta-Cirebon" Jafar membanding-bandingkan, peralanan dimulai pukul 10.00 dan didalam bis ada seorang ibu-ibu muda dengan anaknya yang terlihat masih balita, Jafar membuka obrolan
Jafar : mu kemana bu??
Ibu : Jombang mas
Jafar : Tarifnya parah yah bu
Ibu : Iya nih maklum kalo udah malem ama hari-hari lebaran emang gini, biasanya
juga 30rebu gatau kenapa bisa 100 gini
Jafar : Bapaknya kemana bu
Ibu : Bapaknya naek motor mas berhubung kasian sama anak jadi ga bisa bareng.
Jafar : ooohh
ibu : Lah masnya mau kemana ini kerja yah mas
Jafar : engga bu kita cuma berpetualang hehehehehe
Ibu : wahh hebat banyak duit dong mas
Jafar : hanya senyum sambil dalam hati "loh maksudnya"
9 jam berlalu sampailah di surabaya bis yang mereka tumpangi ternyata tidak masuk terminal karena memang bis tembakan, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan menggunakan bis buluk disini gara-gara salah menyebutkan destinasi mereka harus membayar dobel, jafar bilang kraksan harusnya cukup ke probolinggo, yasudahlah mu gimana.. samapainya diprobolinggo di sebrang terminal Jafar, dan Arna memilih sebuah warung yang dilengkapi dengan kamar mandi "Waaah seger nih udah 2 hari ga mandi" seluruh perjalanan di Kota Jancuk kayanya lebih enak dijabarin pake foto nanti kalo ada waktu upload hehehehhe yang pasti mereka berdua bertemu kawan-kawan dari daerah prrobolinggo thx to Ibo, dkk...
perjalanan pulang yang cukup menyesakan, perjalanan berawal dari kraksan menuju surabaya alhamdulilah tarif semuanya normal, dari surabaya Fajar dan Arna agak galau antara naik kereta ekonomi atau Bis, akhirnya setelah dipikir-pikir diputuskan untuk ngeteng naik bis, dari surabaya alhamdulilah tarif normal, cuma 46000, kalo hari tarif bukan hari raya hanya 38000.
samapailah di Jogja kembali disini mereka bingung antara harus turun di terminal atau dimana, pokoknya tempat yang paling dekat sama malioboro deh kalo bisa, akhirnya kondektur menyarankan turun di Njati, berhubung bebeapa teman yang kuliah di UGM juga menyarankan turun disitu, setelah turun Jafar dan arna berjalan sejenak melihat selter Tans Jogja yang dekat dengan underpass Njati Jafar berlari, beban keril yang cukup besar membuat Jafar merasakan kesakitan dikaki kirinya yang bekas patah.. "ga ada men udah abis katanya bis yang ke malioboro" jafar melapor pada Arna "yaaa uuweslah nanti gampang gmnya kita sambil jalan aja".
Perjalananpun dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri kota Jogja dari Njati entah kemana pun sampainya kaki karena memang mereka buta tujuan malam itu, namun rasa lelah tersa sedikit hilang perlahan ketika berjalan menyusuri kota JOgja melewati ambarukmo didepan Ambarukmo ini mereka makan ada menu daging burung puyuh yang jarang-jarang ditemui oleh Jafar, UIN (kampus wanita muslimah). sampai akhirnya dari kejauhan tampak bayang-bayang putih diredupi remang-remang lampu yang membuat bayangan tersebut terlihat samar-samar "itu kayanya tugu malioboro deh coyy" Arna terlihat sumringah "Yaudah ayuulah dikit lagi berarti" Jafar ikut senang.
Malioboro berkali-kali ketempat ini memang tiada bosan-bosannya selalu merindukan trotoar yang ramai haah maksudnya alun-alun.. sliweran meraka di Malioboro sangat ramai, ada komunitas pecinta pitbull yang sedang berlomba menarik mobil, kuat amat yaaa nih asu asu tenaganya ga kebayang kalo kegigit.
dari malioboro mereka naik becak menuju stasiun lempuyangan berharap ada kereta yang bisa ditumpangi huuuuaaaaaaa ternyata hasilnya nihil, semua tiket penuh sampai 8 hari kedepan, bahkan jasa calo pun tidak terlihat,, mamnag regulasi sekarang sudah agak sulit untuk mendapatkan tiket keeta ditempat karena memakai sistem boarding pass.
akhirnya kembali lagi ke terminal Giwangan mencari Bis yang langsung menuju cirebon tidak kami jumpai, tapi dipikir-pikir kami memutuskan untuk ke Purwokerto denagn Bis efisiensi, mereka berdua merasa heran perasaan dari tadi naek bis mahal-mahal gada yang enak bisnya ini cuma 50.000 udah dapet enak bgt nih bis, perjalanan menuju Purwokerto melewati pemandangan bukit-bukit di daerah banyumas dan kebumen, indah dipandang mata sampailah akhirya di Purwokerto sialnya kenapa padahal tinggal satu bis lagi bisa kena tipu tariff huuuhhh sial banget.. sabar yaah Far Na. hehehhee
"Far coba deh iseng nanya ama penumpang sebelah kira-kira dia bayar beraa" "Taulah na gw udah capek gedeg ngunek" akhirnya Arnapun diam melihat wajah Jafar yang sedikit kesal.
kaya yang dibilang di Tips kalo bis buluk udah tarifnya ga jelas belum lagi Arna duduk dibangku kondektu dimana kondekturnya bolak-balik mulu kebelakang depan lagi kebelakang lagi SUCK!!!! "Far lu kalo gw muntah lu jangan malu yak" dengan wajah pucat bagai seekor cicak yang terkena sabetan sapu arna berkata-kata. "Lah kenapa lu" Jafarpun kebingungan.. ooohhh iyaaaaaaaaaa keteknya kondektur selalu nangkring didepan muka Arna, antara kasian dan nahan ketawa Jafarpun kebingungan tapi disisi lain jafarpun sama tidak enalknya karena duduk diatas kap mesin Bis pantatnyapun kepanasan, dan dia terpaksa menduduki sendalnya untuk menahan panas, intinya mereka berdua tidak mendapatkan tempat duduk yang layak....
samapainya dicirebon terjadi "Na kita nyari minimarket yu beli apa gitu" "Iya yugah mules nih perut laah". hahahah ternyata beberapa hari menahan BAB membuat arna ga tahan juga hah timingnya ga tepat nih bocah, "Yaudahlah ayuu" setelah bertransaksi membeli beberapa minuman Jafarpun duduk menunggu Arana diteras minimasrket,
beberapa saat kemudian Arna keluar "Aaaaahh lega sial bgt far mba-mbanya pada ngeliatin malu banget dahh"
"nah elu hahahhahahaha" Jafar menjawab sambil tertawa ..
berjalan lagi mencari angkot dan kemudian menuju Indramayu.... mereka sampai kerumah masing-masing.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar