Jumat, 21 Februari 2014
0 SURAT PENTING
SEPUCUK SURAT UNTUK BAPAK HASHIM DJOJOHADIKUSUMO
Salam Sejahtera
Semoga bapak selalu sehat sejahtera dan diberikan keselamatan oleh Tuhan YME, pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri kepada bapak, saya Fajar saya seorang sarjana teknik Industri dari sebuah universitas swasta di Jakarta, melalui surat ini saya bermaksud menyampaikan keinginan saya untuk bergabung dengan bapak untuk memajukan pertanian dinegeri ini, latar belakang saya adalah anak seorang petani dan dari hati yang teramat dalam saya merasakan sedih sekali dengan keadaan pertanian di negeri kita ini, mulai dari upah para petani yang hanya 2 USD atau sekitar Rp. 20.000 sangatlah jauh jika dibandingkan dengan negara asia lain, padahal siapapun orang di dunia ini pasti tidak akan mengelak jika kita menyombongkan kekayaan alam di Indonesia dan kesuburan tanah yang dimiliki, negeri kita ini, belum lagi jumlah penduduknya usia produktif yang siap untuk bersaing dengan bangsa lain namun apa daya para petinggi kita terkadang hanya menginginkan segala sesuatu yang instan padahal apabila jika kita mampu dan tau caranya serta mau bekerja keras untuk mewujudkan, swasembada pangan hanyalah semudah membalik telapak tangan untuk negeri ini, mungkin untuk memajukan negeri ini jika menurut pandangan simpel dan awam saya, langkah pertama mari kita cukupi kebutuhan pangan terlebih dahulu setelah terpenuhi dan gizi ini membuat rakyat memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, dan dengan nilai SDM yang baik bukan tidak mungkin generasi dinegara ini dapat menciptakan tekhnologi-tekhnologi karya anak bangsa. Maaf bukan maksud saya untuk menggarami lautan pada paragraf ini saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya tentang keadaan, yang saya alami dinegeri ini.
1. Latar Belakang
Mendapat kabar bahwa bapak akan membangun pabrik beras modern saya sangat antusias untuk bergabung dan terlibat dalam pembangunannya, hal pertama yang menjadi motivasi saya adalah saya ingin berkontribusi dengan beberapa konsep pemikiran saya tentang industri beras, hal ini dikarenakan ketika melihat negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand yang rumornya saya tau jika mereka sempat belajar tentang bibit dan pengolahannya di Balai Penelitian Padi di Sukamandi Subang Jawa Barat, tapi entah mengapa hasil pertanian mereka lebih maju dari kita, saya sebagai kaum muda sangatlah berharap bisa untuk belajar lebih jauh lagi tentang hal ini, karena jujur sayapun masih terus belajar, walaupun keseharian saya dihadapkan dengan Industri pengolahan beras dan padi, namun saya hanyalah kaum muda yang selalu ingin belajar tentang bagaimana melakukan proses yang terbaik, untuk mendapatkan hasil yang bisa berjalan lurus dengan proses yang dilakukan,
2. Konsep Saya Tentang Pertanian
Dalam hal ini saya memiliki konsep jika proses produksi beras haruslah dimulai dari penanaman, bahkan harus lebih dini lagi yaitu dimulai dari proses penyiapan lahan seperti pembuatan saluran irigasi yang baik dan kondisi tanah yang cukup subur, untuk wilayah pertanian di Jawa Tengah sumber air cukup melimpah, karena keadaan geografi Jawa Tengah yang memiliki deret pegunungan sebut saja Sindoro, Selamet, dan Sindur, dan ada salurah air juga dari Jawa Barat yaitu aliran dari Gunung Ciremai, tentunya hal ini menjadikan Jawa Tengah memiliki potensi untuk pertanian yang baik, dari sistem kebanyakan para pemilik sawah yang ada di daerah Jawa mereka enggan untuk menjual sawahnya namun jarang dari mereka yang mengurus sawahnya sendiri kebanyakan dari pemilik sawah menyewakan lahannya, untuk digarap oleh para petani kecil dan hal inilah yang mengakibatkan upah para petani kita sangatlah kecil. Disini saya memiliki konsep apabila ingin membuat industri beras yang beras kita harus menyewa lahan para petani dengan harga pasaran lahan adalah 2,8 Ton gabah per hektare sawah dalam jangka satu tahun, dan jika diuangkan sekitar Rp. 14.000.000 dengan asumsi harga gabah Rp. 5000/kg. Apabila kita kontrak atau sewa 2000 hektare sawah maka dana yang di alokasikan adalah sebesar 28 miliar rupiah, jika ditambah dengan biaya perawatan lahan untuk satu hektar dibutuhkan dana + 20.000.000, jika dikalikan dengan luas lahan 2000 hektare adalah sebesar 40 Milliar per periode tanam, jadi total untuk persiapan bahan baku adalah 68 Miliar. Nilai kembali atau BEP, untuk perhektare sawah menghasilkan gabah + > 6 ton per panen (siklusnya 2kali panen/tahun) dengan harga gabah berkisar Rp. 5000 (merupakan nilai tengah harga padi kering umumnya berkisar antara 4300-6000 Rupiah harga rendah ketika panen dan tinggi ketika masuk musim tanam), jadi untuk hasil perhektar sawah dapat menghasilkan Rp. 30.000.000 lalu dikalikan 2000 hektare menjadi 60 Miliar jika dikalikan dua kali panen maka totalnya adalah 120 Miliar Rupiah (masih dalam bentuk bisnis atau produksi gabah). Dengan total operasional atau pengeluaran sebesar 28 Milyar untuk sewa lahan sawah dan 80 Miliar untuk perawatan selama setahun jadi totalnya adalah 108 Miliar/tahun maka keuntungan yang didapat (hanya dalam bentuk bisnis padi belum menjadi beras) adalah 12 Miliar pertahun.
3. Sosial, Ilmu Pengetahuan/Kemampuan dan Bisnis
Ada aspek sosial yang harus dilakukan disini aspek tersebut adalah bagaimana mengajarkan dan mengajak para petani mengolah lahan sawahnya, secara lebih maju dan efisien, hal ini berlangsung selama sawahnya kita kontrak, sehingga pada saat kontrak sawahnya kita hentikan, mereka tetap menghasilkan hasil padi yang bermutu, sehingga nantinya perusahaan hanya cukup mengeluarkan biaya pembelian bahan baku, tanpa harus repot mengurusi lahan sawah yang seluas 2000 hektare sehingga operasional untuk penyewaan lahan senilai Rp. 28.000.000.000 / tahun dapat dihilangkan, namun sebelum mencapai pada tahap itu perusahaan haruslah membuat konsep kerja sama “tanam budi”.
3.1 Sosial Kerja Sama dengan Para Petani dan Produksi Padi
Konsepnya adalah, untuk 2000 hektare sawah kontrak kita siapkan 200 orang tenaga ahli dalam bidang pertanian, dan tiap satu orang akan membawahi 20 orang petani garapan jadi jumlah keseluruhan petani yang terlibat adalah 4000 orang, dengan kata lain tiap satu hektar lahan sawah, akan digarap oleh 2 orang petani setempat dan untuk satu orang tenaga ahli akan memegang 10 hektar sawah, tentu ini dadalah penyerapan tenaga kerja dengan skala yang cukup besar, harapan kedepan adalah dengan adanya kerja sama antara tim dari perusahaan dan petani yang berjumlah 4000 orang, seperti yang saya katakan sebelumnya para petani akan lebih berkualitas dan memiliki kemampuan, dalam hal bertani yang lebih dari pada petani yang lain, tugas tenaga ahli dalam mengurus 20 orang petani yang menjadi timnya adalah melakukan training rutin, memberikan program pelatihan, berkomunikasi setiap saat, dengan para petani, tentunya hal ini tidaklah sulit dikarenakan kita adalah perusahaan pemilik kontrak sawah dimana mereka bekerja, untuk bayaran atau gaji para petani ini umumnya mereka mendapat 20% dari hasil panen, karena seluruh biaya pertanian sudah ditanggung perusahaan namun alangkah baiknya perusahaan memberikan intensif atau penghargaan bagi yang melebihi target panen yang ditentukan, sebenarnya nilai intensif ini juga bisa diambil dari program perawatan padi yang senilai Rp. 20.000.000/ produksi, tinggal bagaimana pengawasan dan optimalisasi dana tersebut digunakan. Sehingga tentu perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang berlebih.
3.2 Proses Produksi Beras
Dari hasil produksi pertanian pada tahap ini, perusahaan akan mendapatkan hasil 6 ton X 2000 hektare = 12.000 ton / produksi jika dikalikan dua kali produksi dalam setahun, maka perusahaan akan mendapat 24.000 ton / tahun, kali ini akan saya bahas perhitungan dalam tahapan menjadi beras, untuk jumlah gabah 24.000 ton dengan rendemen rata-rata 67% maka akan dihasilkan beras sebanyak 16.080 ton dengan harga jual Rp.8000 maka totalnya sebesar Rp. 128.640.000.000, ditambah dengan produk sampingan yang berupa bekatul/dedak dan sekam, untuk bekatul umunya didapat sebesar 10-15% / kg gabah, jadi jika dikalikan dengan 24.000 ton maka akan didapat bekatul sebanyak 2.400 ton bekatul dengan harga berkisar Rp. 2000/kg maka nilai uangnya adalah Rp. 4.800.000.000. Lalu berlanjut pada produk sampingan lain yaitu sekam/kulit padi yang jumlahnya 10-20% / kg gabah, jika dari 2.4000 ton maka akan dihasilkan sekam sebanyak + 4800 ton, jika sudah diproduksi menjadi sekam giling maka nilainya adalah Rp. 500/kg, total nilai uangnya adalah Rp 2.400.000.000. sebenarnya untuk sekam nilainya bisa lebih tinggi lagi, dikarenakan negara kita pernah mengimpor sekam untuk dijadikan bahan baku pupuk organik ke China. Tentu apabila kita dapat memproduksi sendiri dan melakukan riset lagi untuk hal ini, biaya pupuk untuk pengolahan sawah dapat dikurangi.
Kalkulasi nilai modal produksi yang digunakan adalah sebesar
Biaya Sewa Lahan (2000Ha) Rp. 28.000.000.000
Biaya Perawatan/tahun Rp. 80.000.000.000___________
Total Rp. 108.000.000.000
Kalkulasi nilai keseluruhan dari hasil produksi adalah sebesar
Rp. 128.640.000.000 (Beras)
Rp. 4.800.000.000 (Bekatul)
Rp. 2.400.000.000 (Sekam)____
Total Rp. 135.840.000.000
Dikurangi modal senilai Rp. 108.000.000.000
Keuntungan / Tahun dari perputaran beras Rp. 27.840.000.000
Perlu dicatat dengan sistem seperti ini sebenarnya, biaya operasional diperkirakan bisa lebih karena pada kenyataan dilapangan, banyak sekali dana tidak terduga yang bisa dikeluarkan, seperti tenaga kerja dan sebagainya, maka mungkin hasil bersih yang didapat hanyalah sekitar RP. 20.000.000.000
Pembahasan selanjutnya adalah ketika perusahaan sudah tidak memiliki kontrak lahan sawah dengan para pemilik sawah, hal ini bisa berlangsung ketika, kita sebagai pihak perusahaan sudah yakin, bahwa para petani memiliki keahlian yang lebih dalam mengelola sawah, dana modal yang sebelumnya dipakai untuk kontrak sawah dapat dipakai, untuk pembelian bahan baku langsung, pada para petani, yaitu uang senilai Rp. 28.000.000.000 (operasional tanam sebesar Rp. 80.000.000.000/tahun belum dimasukan kedalam hitungan) kita dapat membeli bahan baku sebanyak (Rp. 28.000.000.000 + Rp. 80.000.000.000) : Rp. 5500 (Rp. 5500 merupakan harga Gabag kering Giling,GKG tertinggi ideal untuk petani) = 19.636.363,6363636 Kg atau sekitar 19.636,363 Ton.
Perhitungannya sama dengan sistem sawah kontrak, dari nilai gabah sebanyak itu dengan nilai rendemen + 67% maka akan dihasilkan beras sebanyak 13156,363 Ton X Rp. 8000/kg maka nilai uangnya adalah Rp. 105.250.905.680. Lalu hasil dari bekatul dan sekam. Bekatuk 10% dari gabah adalah 1.963 ton dikalikan dengan harga Rp 2000 maka jumlah uangnya adalah Rp. 3.926.000.000. Kemudian hasil dari sekam sebanyak 1.963 ton X 20% = 3.926 X Rp. 500 = Rp. 1.963.000.000
Kalkulasi nilai keseluruhan dari hasil produksi adalah sebesar
Rp. 105.250.905.680 (Beras)
Rp. 3.926.000.000 (Bekatul)
Rp. 1.963.000.000 (Sekam)____
Total Rp. 111.139.000.000
Dikurangi modal senilai Rp. 108.000.000.000
Keuntungan / Tahun dari perputaran beras Rp. 3.139.000.000
Itulah diantara beberapa konsep pertanian yang saya miliki dan untuk pabrik produksi jika kita bangun sendiri untuk kapasitas produksi 1.5 ton / Jam saya membutuhkan dana Rp. 6.000.000.000 untuk Fasilitas dan juga Workshop untuk pengembangan alat produksi. Saya mampu untuk membuat tata letak fasilitas manufakturnya, dan dengan adanya Workshop, diharapkan nantinya kita dapat mereverse engineering alat atau kebutuhan produksi yang sebelumnya kita beli, sehingga dengan memproduksi sendiri tentunya akan menambah skill serta dapat menghemat biaya untuk maintenance alat. Lalu Rp. 2.500.000.000 Untuk Lahan dan Legalitas dengan luas lahan 5 hektare, estimasi harga / hektare adalah Rp. 500.000.000. Jika di total keseluruhan semua modal yang bapa keluarkan untuk sebuah project manufaktur beras adalah sebesar Rp. 117.500.000.000.
4. Penutup
Sekian tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman dilapangan sejak tahun 2008, ketika saya lulus dari SMA dan sambil kuliah setiap waktunya sampai sekarang, saya melakukan analisa tentang manajemen pertanian dilingkungan saya dan dinegara ini, sebagian waktu sudah saya habiskan untuk membaca beberapa artikel tentang perkembangan, serta terjun kelapangan, karena kebetulan saya dibesarkan dilingkungan produksi beras, sehingga sangat memudahkan saya, untuk mencari tau dan belajar. Terima kasih banyak atas waktu yang sudah bapa luangkan untuk membaca tulisan saya yang mungkin masih banyak sekali kesalahan dan kekurangan. Kemudian besar sekali harapan saya agar bisa bergabung dalam project prusahaan bapa yang bergerak dalam bidang pertanian khususnya beras, karena disitu saya bisa untuk mencurahkan pikiran, emosi, jiwa, keinginan untuk belajar dan kemampuan yang saya miliki, dalam menyelesaikan permasalahan dan pekerjaan yang akan dihadapi. Sebenarnya masih banyak konsep tentang pertanian dan masalah pertanian yang ingin saya gambarkan satu-persatu, oleh karena itu besar keinginan saya untuk dapat bergabung dalam mencurahkan dan merealisasikan pertanian yang lebih maju untuk negeri ini. Akhir kata saya ucapkan terima kasih Salam...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar